Memandang obyektifitas Media Massa dengan bijak

April 4, 2012

Media adalah aset bagi setiap individu untuk berbenah diri, karena pada hakekatnya, media berarti sebuah alat untuk manusia dapat mencapai tujuan hidupnya. Demikian pula media informasi.

Pada perkembangannya, media informasi telah menjadi sebuah alat yang ampuh bagi beberapa orang maupun kelompok untuk bisa memberikan pengaruh kepada khalayak, baik itu positif maupun negatif. Kita bisa melihat runtuhnya rezim orde baru sebagai salah satu hasil dari pengaruh derasnya arus informasi yang masuk melalui media massa. Informasi yang terkumpul semakin membuka mata banyak orang tentang fakta di balik krisis keuangan Indonesia akhir pada 1990-an. Media juga mampu menggerakkan massa untuk merespon sebuah fenomena sosial dan bahkan turut serta mensukseskan kampanye nasional.

Jika kita melihat ke belakang, peran media informasi baik itu media cetak, media elektronik, maupun media online sangatlah besar dalam proses perubahan pada masyarakat. Begitu banyak manfaat yang dapat kita ambil dari makin gencar dan makin populernya media informasi. Saat ini, kita bisa mendapatkan informasi yang up to date secara real time lewat berbagai media yang ada. Di manapun kita berada, kita selalu dapat mengakses informasi dengan menggunakan berbagai media.

Namun, tidak bisa dipungkiri pula bahwa media tidaklah selalu 100% obyektif dalam menyampaikan informasi (baik itu media elektronik maupun media cetak). Selalu saja ada kepentingan beberapa orang maupun golongan yang mewarnai setiap isu yang ditonjolkan. Itu semua bertujuan untuk menggerakkan masyarakat agar mereka percaya dan mendukung ideologi tertentu yang dilontarkan. 

Dengan demikian, patutlah kita pandai-pandai dalam memilah informasi. Informasi mana yang sekiranya obyektif dan dapat memberikan efek positif? Informasi mana yang hanya dibuat beberapa kalangan untuk meloloskan kepentingannya sendiri?

Sebagai masyarakat modern yang terbuka dan berwawasan luas, sudah selayaknya kita mampu bersikap kritis dalam melihat situasi yang ada. Seharusnya kita mampu memutuskan secara bijak apakah suatu informasi sudah obyektif? Ini perlu dipikikan demi menghindari suatu gerakan massa (yang tidak perlu) yang dapat merugikan diri kita maupun banyak orang.


Mari kita berfikir cerdas untuk menjadi cerdas. Jangan mau dijadikan alat untuk kepentingan segelintir orang tanpa memikirkan kepentingan umum.




Oleh: @debeesen
Read Post | comments

Victim? Victimized? Whom? By Who? Sebuah Diskusi Gender Issues Secara Ringan

March 2, 2012

Mengenang diskusi Gender Issues di balik dinding kelas.


Pendapat pribadi, ketika seorang perempuan memasak dan mencuci buat keluarganya, itu bukan masalah gender yang harus diributkan. Karena nature setiap perempuan adalah untuk menjadi ibu, minimal istri. Tidak seharusnya berpikir bahwa dengan melakukan tugas-tugas rumah itu berarti perempuan mengalah pada dominasi laki-laki. Lagi pula rasanya pembagian peran laki-laki dan perempuan itu sudah jelas. Toh agama saya pun tak melarang perempuan berkarier, pun tak mengharamkan lelaki pergi ke dapur.

Masalahnya ketika memasak misalnya, itu bukan cuma masalah pengabdian atau kewajiban mengurus rumah. Tapi bagaimana dengan gizi anak-anak? Itu kan juga harus dipikirkan. Nature-nya perempuan yang lebih perasa, teliti, akan lebih peduli pada hal-hal semacam ini. Walaupun mungkin ada juga laki-laki yang jauh lebih peduli gizi (karena memang mempelajarinya.) Mungkin pendapat bahwa perempuan lebih teliti dan peduli juga stereotype yang datang secara personal. Entahlah...

Sang dosen menambahkan, tidak masalah selama si perempuan memang melakukannya (memasak, mencuci) atas dasar pilihannya sendiri. Bukan karena paksaan atau stereotype orang banyak bahwa urusan perempuan cuma di dapur, sumur, kasur. Namun, setidaknya masyarakat butuh model peran gender yang seimbang. Jadi perempuan tidak melulu harus di dapur, dan laki-laki pun bisa saja membantu istrinya mengerjakan tugas-tugas rumah.

AGREE Ma'am! Saya juga setuju kalau masyarakat perlu dididik untuk paham isu gender secara seimbang. Agar mereka lebih adil dalam menilai. Agar tidak ada lagi stereotype bahwa "ini tuh pekerjaan laki-laki" atau "ini tuh pekerjaan perempuan".

Saya pribadi juga bertanya-tanya dengan isu gender (terutama yang radikal) yang beredar selama ini (baik dalam diskusi kelas ataupun dunia nyata). Sepertinya ada beberapa hal yang terlalu dibesar-besarkan sehingga kita jadi ter-sway dari masalah atau isu yang sebenarnya. Misalnya saja ketika ada isu untuk memunculkan perempuan sebagai center dalam iklan rokok, rokok untuk perempuan dkk. Terlepas dari anggapan beberapa golongan masyarakat yang "tidak adil"$2C bahwa "Cowok yang ngerokok itu berarti cowok banget, keren, manly sedangkan cewek yang merokok itu kesannya murahan", rasanya tetap saja aneh.

Logis nggak kalau iklan-iklan itu memunculkan perempuan sebagai center, atau lebih blatant-nya lagi, ada adegan perempuan merokok dalam gambar, ketika di akhir iklan dimunculkan peringatan seperti ini: "Merokok dapat mengakibatkan....dan gangguan kehamilan dan janin." ??? Tanya ke...?

(dalam hati berpikir, oh yeah orang yg "kritis" akan serta merta bilang, "Gimana kalau perempuan itu single dan nggak sedang hamil? Ga papa dong. =_= HUH)

Karena isu ini sebenarnya menurut saya bukan isu gender, tapi isu kesehatan! Pendapat saya pribadi, nggak peduli apapun dan bagaimanapun gender dan jenis kelaminmu, merokok itu memberikan efek negatif yang sama bagi kesehatan! END OF STORY =_=

Kemudian yang jadi pertanyaan sekarang adalah:

Do you think that females are the victims of these kind of gender stereotyping?
Can you argue about males that actually are the victims?

OR actually WE ARE the victim of social constructions?

Jujur merasa tak nyaman ketika ada isu feminisme radikal. Bahkan ada juga beberapa yang memutuskan menyukai sesama jenis hanya karena nggak mau tunduk "pada dominasi kau lelaki." Apapun yang dikatakan orang-orang gender, "itu" rasanya nggak benar. Seperti yang pernah dikatakan dosen gender saya dulu, "Saya memang bersimpati kepada mereka yang disebut-sebut sebagai "para third gender". Saya memperlakukan mereka dengan wajar dan manusiawi sebagaimana mestinya. Saya nggak mendiskriminasi mereka. Tapi untuk setuju pada tindakan mereka? That's a different case."

Yah, mereka dan semua orang pun membutuhkan dorongan dan motivasi juga untuk menjalani hidup kan. My opinion, indeed, naturally men are created to be physically stronger (and that's why Oh Lord, I wish I was born as a man. Coz I wanna POWER. I wanna be STRONGER). WHY are they created to be physically stronger? TO PROTECT WOMEN! Jadi bukan agar mereka bisa semena-mena terhadap perempuan kan? Mereka yang sadar atas hukum alam ini pun juga nggak akan macam-macam. (Duh so sweet banget kesimpulan ini). Dan ini juga nggak berarti saya mengecap perempuan nggak bisa en nggak mungkin melindungi dirinya sendiri loh.

Kesimpulan kami, "Whatever people say that Men are from Mars, Women are from Venus, in fact, those two creatures are living in the same earth." Each of them has their own role. Dan seharusnya ketika semua peran itu (setidaknya diusahakan untuk) berjalan sesuai proporsi, nggak akan ada masalah yang berarti.

Maka marilah kita perempuan dan laki-laki hidup bersama di bumi yang sama dengan damai dan saling menyayangi. Satu sama lain.
Cikiciwwww

Read Post | comments

Vote for 'The Dragon of Wonders'

October 27, 2011

ketik KOMODO kirim ke 9818

Perjalanan menuju pagelaran akbar dunia, New7Wonders, untuk memilih keajaiban dunia yang baru masih terus berlangsung. Tak kurang dari 28 Finalis tersisa dari berbagai belahan bumi terus beradu dukungan. Indonesia, dengan pulau KOMODO-nya berhasil masuk di dalam 28 finalis yang akan diperuncing lagi menjadi 7 finalis yang nantinya secara otomatis akan menjadi Keajaiban Dunia baru.

Komodo merupakan satu-satunya hewan purba yang masih bertahan hingga saat ini, dan uniknya, Komodo yang tersisa hanya hidup di satu wilayah saja, di pulau Komodo Nusa Tenggara Timur.

Usaha untuk mengkampanyekan Komodo sebagai Keajaiban duniapu terus digalakkan. Bapak Yusuf Kalla yang ditunjuk menjadi ketua pemenagan Komodo sebagai New7Wonders yang baru terus membuat gebrakan untuk mempopulerkan Komodo di kalangan masyarakat luas agar mereka bisa memberi dukungan.


Ada beberapa cara untuk memberikan dukungan anda, bisa melalui sambungan telepon, voting lewat internet, dan voting melalui sms. Cara voting paling udah tentu aja lewat SMS, anda hanya akan dikeai biasaya Rp.1/SMS.

Caranya:
Ketik KOMODO
kirim ke 9818
biaya Rp.1/SMS

SMS terus sampai batas akhir penutupan voting tanggal 11.11.11 (11 November 2011).
Berikan dukungan sebanyak-banyaknya dan sebarkan pesan ini ke semua teman, keluarga dan kerabat anda.
Semakin banyak SMS semakin besar pula peluang KOMODO menang di ajang ini


kunjungi situs resmi Komodo di www.pilihkomodo.com
'like' komodo di facebook.com/pilihkomodo
'follow' komodo di @pilihkomodo



by @debeesen
Read Post | comments

KPOP: FANS vs ANTIFANS

September 29, 2011

THE EXTREME POINT OF LOVE AND HATE.

Tak bisa disangkal kebudayaan Korea telah benar-benar menyebar ke seluruh penjuru dunia. Kini dunia hiburan televisi tidak muluk-muluk dikuasai oleh Hollywood, yang sebelumnya slalu merajai industri hiburan. Dengan berkembangnya Internet, perkembangan kebudayaan Korea, yang dikenal dengan sebutan Hallyu (Korean Wave), turut bertumbuh menjadi kebudayaan Asia. Dari mulai anak-anak hingga nenek-nenek, semua ikut terkena dampak K-Wave. Salah satu K-Wave yang disoroti adalah perkembangan K-Pop yang sangat pesat melanda dunia. Dengan menonjolkan setiap konsep yang unik serta pemilihan materi lagu yang tidak biasa, K-Pop perlahan  namun pasti telah merebut hati setiap penikmat indutri hiburan. Industri K-Pop masa kini dikuasai oleh para Idol yang sebagian besar adalah girlband ataupun boyband. Diantara nama-nama besar yang menjadi sorotan adalah Super Junior, Girls' Generation, TVXQ, Wonder Girls, Big Bang, 2NE1, Rain, dan masih banyak lagi.


Setiap artis memiliki group fans yang siap untuk mendukung artis favoritnya, begitu juga yang terjadi dala K-Pop. Bahkan di Korea sana lebih lengkap lagi, tidak hanya Fans, tapi juga Antifans. Jika para Fans sangat menjunjung tinggi para idolanya, sang Antifans ini bertindak sebagai pembenci artis tersebut. Cara para fans K-Pop ini dalam mencintai idolanya juga sangat unik. Mereka rela menunggu berjam-jam untuk melihat penampilan artis favoritnya di atas panggung setiap hari. Bahkan, mereka rela menghabiskan berjuta-juta untuk membeli album dan souvenir asli dari para artis. Reaksi mereka juga terbilang sangat possessif, yang menurut saya sudah sangat berlebihan. Pertama kali menjadi bagian dari K-Pop, hal pertama yang tidak saya sukai adalah tentang over possesif terhadap group favorit mereka. Ada beberapa teman saya yang sangat menyukai group tertentu, dan akan sangat marah jika anggota group favorit mereka tersebut terlibat rumor percintaan dengan artis lain. Mereka beranggapan bahwa artis favorit mereka itu terlalu baik untuk menjalin cinta dengan artis tersebut, yang menurut saya sangat tidak masuk akal. Bagaimana jika ternyata artis favorit mereka itulah yang telah memulai rumor. Apakah artis favorit ereka itu masih mereka anggap innocent? Kenapa harus menyalahkan hingga mencela artis tersebut yang belum tentu bersalah. Sangat kekanak-kanakan memang. Tapi itulah K-Pop. Para fans selalu beranggapan bahwa artis favorit mereka adalah Angel yang tak berdosa dan yang berseberangan berarti Devil. maka dari itu, mereka rela mati-matian membela artis favorit mereka meskipun tahu mereka bersalah. Bahkan sering terjadi perang antar fansclub karena hal sepele tersebut.


Antifans bahkan lebih ekstrim lagi. Tujuan mereka adalah untuk membubarkan group yang tidak mereka sukai. Mereka akan terus memantau setiap penampilan artis tersebut dan mencoba mencari setiap kesalahan kecil untuk menjadi bukti bahwa artis tersebut tidak layak untuk diidolakan. Pada perkembangannya, para antifans kini memiliki perkumpulan sendiri dan telah membuat situs tersendiri untuk mengumpulkan pengikut yang mempunyai visi dan misi yang sama. Yang lebih lucu lagi, para antifans ini lebih update dari pada para fans. Karena berusaha mencari kesalahan artis yang tidak mereka suka, para antis telah mengembangkan kemapuan layaknya kucing yang mampu melihat sesuatu meskipun dalam kondisi gelap. Hal paling ekstrim yang dilakukan oleh para Antis adalah mencoba membunuh artis yang tidak mereka suka. Pernah ada seorang anggota group pria yang hampir terbunuh karena diracun oleh anti fans. Gila kan?


Fans dan Antifans bagaikan dua buah kutub yang tak bisa disatukan. Jika kita  berusaha memperdebatkan argumen kedua kubu, maka hasilnya akan terjadi bentrok. Sangat sulit menyatukan dua kubu yang berseberangan dan masing-masing merasa benar. Kita hanya bisa membiarkan hal in ebagai proses alami kehidupan.

by @debeesen

Read Post | comments

INDONESIA - MALAYSIA: Kawan atau Lawan?

September 26, 2011

MENILIK HUBUNGAN ERAT INDONESIA-MALAYSIA.

Indonesia-Malaysia, dua negara yang berasal dari rumpun melayu, telah memliki hubungan yang sangat dinamis dari awal terbentuknya masing-masing negara hingga saat ini. Indonesia-Malaysia memiliki banyak kesamaan dalam hal sejarah. Indonesia-Malaysia sama-sama pernah di jajah oleh bangsa Eropa selama berabad-abad. Bedanya, Indonesia dijajah oleh Belanda dan Malaysia dijajah oleh Inggris. Jauh sebelum terbentuknya negara Indonesia dan Malaysia, kedua wilayah yang sekarang menjadi negara berdaulat itu dikenal dengan sebutan kepulauan Nusantara. Sejarah hubungan Indonesia-Malaysia sudah ada sejak sebelum terbentuknya kedua negara tersebut.

Hubungan Indonesia-Malaysia memburuk saat Malaysia berusaha untuk membentuk Negara Federasi Malaysia. Presiden Soekarno, pada pada saat itu, beranggapan bahwa Negara Federasi Malaysia hanya akan menjadi boneka dari Kerajaan Inggris. Setalah konflik mereda, hubungan Indonesia-Malaysia kembali memanas dengan konflik batasa geografis kedua negara yang mempersengketakan wilayah kepulauan Sipadan dan Ligitan yang dimenangkan oleh Malaysia. Tidak sampai disitu saja, konflik kedua negara masih sering terjadi, malah semakin sering terjadi. Beberapa diantaranya adalah klaim budaya oleh Malaysia, masalah TKI di Malaysia, dan  juga masalah perbatasan.

Jika kita melihat sejarah perjalanan Indonesia dan Malaysia hingga saat ini, kita akan merasa miris dengan maraknya konflik antara Indonesia dan Malaysia. Tidak ada yang tahu siapa yang memulai konflik. Jika kita melihat dari sisi Malaysia, tentu mereka beranggapan bahwa yang memuai konflik adalah Indonesia. Sebaliknya, jika kita melihat dari sudut pandang Indonesia, Malaysia-lah dalang dari segala konflik yang ada. Namun, yang jelas, konflik-konflik tersebut semakin memanas dikarenakan propaganda oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang menebar isu konflik melalui bebagai media, seperti media masa, jejaring social, dan juga forum antar kedua negara.


Sebagai manusia yang beragama dan berpendidikan, seharusnya kita mampu melihat dengan jelas setiap masalah yang ada yang  melibatkan hubungan baik antara Indonesia dan Malaysia. Minimnya pemahaman generasi muda akan sejarah panjang Indonesia dan Malaysia serta pentingnya menjaga hubungan yang telah dijalin antar kedua negara menjadi penyebab mudahnya generasi muda terpancing dengan isu-isu negatif yang dapat memecah belah hubungan Indonesia-Malaysia.



oleh: @debeesen

Read Post | comments

[3D Red/Cyan] Girls' Generation - Run Devil Run (Samsung 3D ads)

August 19, 2011



Bisa dikatakan bahwa ini adalah hasil karyaku yang paling aku suka. Kalo sebelumnya kan aku bikin video 3D dari video 2D biasa yang aku ubah sedemikian rupa untuk jadi 3D. Namun kali ini, aku bikin video 3D dari video yang emang dibikin untuk kepentingan kampanye produk TV 3Dimensi. Video ini aslinya ya kayak video biasa kalo dilihat dari layar laptop, ato TV yang bukan TV 3D, tapi kalo dilihat dari TV 3D, katanya gambarnya bisa nyata banget (Katanya!).

Nah, buat teman-teman yang nggak punya TV 3D (sama seperti saya) tapi pingin liat video SNSD - Run Devil Run, TENANG! di bawah ini adalah video mereka yang udah aku edit dengan effect 3D, tapi syaratnya harus punya kacamata 3D jenis Red/Cyan...

Gak punya?
Bikin sendir juga bisa...
klik link dibawah...

Membuat kacamata 3D Red/Cyan

Dan sekarang video dibawah bisa kalian nikmati...



by @debeesen
Read Post | comments (2)

Perjuangan Yang Sesungguhnya Baru Dimulai [Dirgahayu 66th Indonesia]

August 17, 2011

Meskipun akhir-akhir ini saya sedang demam K-Pop, bukan berarti saya melupakan identitas saya sebagai bangsa Indonesia. Darah yang mengalir dalam tubuh saya masih berwarna Merah, dan gigi yang biasa saya pakai untuk makan juga masih berwarna Putih. Kalau kata guru PPKn SD saya dulu, “Selama kita masih bisa bernafas, nafas kita hanya untuk bangsa Indonesia.”


Tepat hari ini, tanggal 17 Agustus 2011, bangsa Indonesia merayakan kemerdekaannya yang ke 66. Bukan berarti karena sudah merdeka kita lalu bisa tenang-tenang saja dan beranggapan bahwa tidak akan ada perjuangan di masa kini. Justru, pada masa sekarang ini, para generasi muda harus berjuang untuk mempertahankan ideology para generasi pendahulu untuk menjadikan Negara Indonesia sebagai Negara yang Berdaulat, baik di dalam maupun di luar negeri. Berdaulat di sini, bisa diartikan sebagai pengakuan. Lalu kenapa juga harus berdaulat di dalam negeri? Bukankah sebagai bangsa Indonesia, otomatis semua warga Indonesia mengakui Republik Indonesia?


Kalau saya boleh mengutip sedikit ucapan Bung Karno (Presiden Soekarno),
"Perjuangan kami sangatlah mudah karena melawan bangsa asing, tapi perjuangan penerus kami akan sangat sulit karena melawan bangsa sendiri.”


Kenapa seperti itu? Pada masa penjajahan dulu, musuh sudah sangat jelas, yaitu Belanda. Hal ini membuat usaha untuk memperjuangkan kemerdekaan semakin mudah karena musuh ada di depan mata, dan para pejuang menyadarinya. Namun, pada masa modern ini, kita tidak tahu apa/siapa yang akan merusak persatuan bangsa Indonesia. Mungkin kita tahu apa yang akan merusaknya, tapi kita tidak tahu oleh siapa.


Seperti yang akhir-akhir ini marak di beritakan, munculnya kelompok-kelompok separatisme yang ingin memisahkan diri dari Indonesia sangatlah meresahkan. Sebut saja NII, RMS, dan lain-lain. Tujuan gerakan semacam ini sudah sangat jelas, mereka ingin mendirikan negara yang sesuai dengan ideology mereka masing-masing. Caranya? Ada banyak cara. Yang paling perlu diwaspadai adalah perekrutan anggota baru. Jangan sampai kita terjebak pada ceramah-ceramah orang yang secara implicit mempengaruhi kita untuk mendukung perjuangan mereka. Karena kita tidak pernah tahu, siapa-siapa saja orang yang berada di sekitar kita yang berafiliasi dengan kelompok seperti ini yang mungkin menjadikan kita sebagai target, ada baiknya kita mulai membentuk usaha pertahanan diri untuk mencegah diri kita masuk ke dalam kelompok-kelompok tersebut. Caranya? Dengan mulai mencintai Negara kita. Mungkin dengan sering-sering ikut upacara bendera dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Eits, tunggu dulu. Mungkin beberapa dari kita tidak sadar, bahwa lagu Indonesia Raya mengandung lirik yang (menurut saya) dapat membuka mata kita akan sulitnya mendapatkan kemerdekaan ini, bahkan mengajarkan kita untuk mencintai Indonesia. Dalam lagu Indonesia Raya, terdapat lirik “Tanahku, Negeriku yang kucinta.” Selain itu, saat upacar bendera, kita diwajibkan untuk berdiri selama satu jam untuk turut merasakan penderitaan para pejuang. Ingat beliau-beliau (pejuang) harus bertempur selama ratusan tahun untuk dapat mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia, masak kita yang hanya harus berdiri selama satu jam saja tidak mau. Juga, saat kita hormat pada bendera, bukan berarti kita menjadikan bendera itu sebagai berhala karena kita menghormati benda mati. Bendera Merah-Putih hanyalah symbol dari perjuangan itu sendiri. Karena kita tidak bisa mengucapkan terima kasih secara langsung pada para pahlawan dan memberikan penghormatan kita pada mereka, maka dipilihlah bendera merah-Putih sebagai symbol untuk memberikan ucapan terima kasih akan kemerdekaan yang telah mereka perjuangan atas izin Tuhan Yang Maha Esa tentunya.


Semoga dengan bertambahnya usia, bangsa Indonesia dapat menjadi bangsa yang lebih disegani oleh bangsa lain dan dapat mewujudkan tujuannya untuk menjadikan rakyatnya makmur dan damai. Semoga Tuhan memberikan hikmat-Nya kepada para pemimpin mulai dari Presiden hingga Kelurahan untuk menjalankan fungsi sebuah Negara yang lebih mementingkan kepentingan rakyatnya dari pada kepentingan pribadi. Amien.


Dirgahayu Republik Indonesia ke 66. Merdeka!!!!


by @debeesen (twitter)
Read Post | comments (8)

[3D Red/Cyan] SUPER JUNIOR - Mr. Simple

August 8, 2011


Akhirnya selesai juga nge-sub + ng-upload di Youtube...

Bagi ELF yang pengen nonton Mr. Simple + engsub, silakan download di bawah ini...




UPDATED!!!!

SUPER JUNIOR - MR - SIMPLE in [3D]
Watch out!!!

Note: "Video ini hanya berfungsi jika menggunakan kacamata 3D Red/Cyan"


by @debeesen
Read Post | comments

Girls' Generation - Genie (Korea-Japan Remix)

August 6, 2011

Bagi para penggemar SNSD, aku mau bagi-bagi video mash up Genie versi Korea sama Jepang.
Video ini udah lama aku upload di Youtube...

Lumayan lah...
Kalo aku sendiri senang kedua-duanya.
Silakan kalau mau liat.




by @debeesen (twitter)
Read Post | comments

Harry Potter and the Deathly Hallows Part 2, sebuah akhir yang kurang menggigit.

Tak bias dipungkiri lagi, Harry Potter dan kawan-kawannya telah menyihir semua remaja di dunia dengan cerita yang unik dan penokohan seorang Harry Potter yang sangat kuat. Dan tak terasa, kita sekarang telah melewati seri terakhir petualangan penyihir cilik ini (tapi sekarang sudah tidak cilik lagi).

Yup, Harry Potter and the Deathly Hallows Part 2. Untuk memberikan sensasi yang tak terlupakan pada penggemar, pihak Warner sengaja memotong seri terakhir ini dalam dua part. Bagian pertama yang sudah tayang September tahun lalu dan bagian keduanya mulai tayang Juli lalu termasuk di Indonesia, meskipun sedikit telat karena beberapa masalah.
Beberapa hari lalu, saya bersama beberapa teman akhirnya berhasil menonton film fenomenal ini dengan sedikit perjuangan, mengantri (berdiri) selama dua jam di Studio 21 di Malang Town Square. Seperti yang sudah saya duga, respon masyarakat terhadap film ini masih sangat tinggi. Meskipun sudah lewat seminggu dari premiere, masih banyak orang yang mau mengantri demi melihat aksi aktor favorit mereka.

Sebelumnya saya selalu (sedikit) dikecewakan setiap kali menonton semua seri Harry Potter. Saya selalu merasa ada greget yang hilang. Setiap kali nonton, kata-kata, “Kok begini ya? Bukankah seharusnya kayak gini?” selalu saja keluar dari mulut saya meskipun itu masih bias ditoleransi. Karena pengalaman-pengalaman sebelumnya itulah saya berharap bahwa  di seri terakhir ini akan memukau saya.

Baiklah, sekarang saya mulai dengan mereview bagian-bagian yang saya suka terlebih dulu. Untuk masalah efek dan segala macam urusan teknis, memang sangat bangus (menurut saya yang awan akan hal ini). Mata saya sangat dimanjakan oleh gambar dan efek yang sangat detail.
Selain itu, yang saya suka dari film ini adalah pembangunan suasana persahabatan dan kekeluargaannya sangat kental. Mungkin karena setting dari film ini yang menitik beratkan pada kekuatan gelap yang sedang  berkuasa membuat para penyihir putih saling tolong menolong, bertarung bersama-sama, dan saling melindungi.

Keberanian penulis naskah untuk mengubah cerita juga menurut saya harus di respon dengan positive meskipun secara garis besar ceritanya masih sama, yakni perjalan Harry, Ron, dan Hermione untuk menghancurkan Horcrux-horcrux milik Voldemort. Dengan adanya perbedaan antara cerita dalam versi buku dan dalam versi film, membuat film ini terasa sangat fresh (kita seperti tidak sedang membaca versi bukunya, jadi kita tidak bisa menebak apa yang akan terjadi selanjutnya).

Namun, beberapa hal yang menurut saya kurang adalah alur yang terlalu cepat. Maksud saya, terjadinya perang di Hogwarts menurut saya terlalu cepat. Jadi kesannya selama 2 jam nonton film ini, isinya perang semua.  Seharusnya, proses pencarian Horcrux-nya lebih di- detail-kan misalnya. Karena jika dibanding dengan proses pencarian horcrux lainnya yang sangat panjang dan sulit, horcrux di Hogwart ini malah terlalu mudah didapat, seperti tidak ada perjuangannya. Proses dimana Harry dkk akan masuk ke Hogwart terlalu mudah, kurang bikin deg-degan karena takut tertangkap.
Pada pertarungan terakhir antara Harry dan Voldemort juga menurut saya kurang bikin merinding (rasanya beda saat saya membaca bukunya). Mungkin seharusnya “Duel” ini harus dikelilingi oleh para penghuni Hogwart, anggota Order of the Phoenix yang masih hidup, dan para Death Eater (biar terasa benar-benar seperti duel).

Overall,  dari 5 popcorn, saya kasih 3,5. Mungkin karena saya sudah membaca bukunya, jadi secara natural, saya memiliki ekpektasi yang tinggi dari film ini untuk paling tidak sama serunya denga versi buku. Meskipun dari segi detail cerita masih kurang memenuhi harapan beberapa penggemarnya, saya rasa film ini masih menjadi a must see Movie tahun ini. Jadi, jangan pernah menganggap diri anada penggemar Harry Potter jika belum menonton seri terakhir ini karena dalam seri ini merangkum dan mengungkap semua misteri seputar Harry Potter yang mungkin selama ini anda pertanyakan. Bagi yang bukan penggemar Harry Potter, film ini bias menjadi referensi hiburan.

Lihat trailer-nya di bawah ini


by @debeesen (twitter)
Read Post | comments
 
© Copyright 2011 - 2012 EyeIndonesia
EyeIndonesia is a blog member of EyeIndonesia Weblog Group | Powered by Blogger.com
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates and Theme4all